LATIHAN SOAL

Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban A,B,C,D,atau E yang Anda anggap benar!

  1. Di bawah ini adalah bahasa – bahasa daerah yang digunakan masyarakat Islam sebelum kedatangan Islam, kecuali…..
    A. Bahasa Jawa Kuno
    B. Bahasa Dayak
    C. Bahasa Sunda
    D. Bahasa Sanskerta
    E. Bahasa Melayu
  2. Bahasa yang memperkaya kosakata Bahasa Melayu seiring dengan masuknya Islam ke Indonesia yaitu…..
    A. Arab
    B. Minangkabau
    C. Inggris
    D. Jawa
    E. Hindi
  3. Sistem bahasa yang digunakan dalam suatu daerah di Nusantara merupakan pengaruh antara…..
    A. Akulturasi kesenian dengan tradisi lokal.
    B. Akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan lokal.
    C. Bahasa dan peninggalan.
    D. Perdagangan dan tradisi lokal.
    E. Masyarakat dan akulturasi kesenian.
  4. Tulisan Arab yang tidak menggunakan tanda garis atau harakat disebut…..
    A. Tulisan Arab gundul
    B. Hikayat
    C. Puisi
    D. Jua’Amma
    E. Tulisan Al-Qur’an
  5. Berikut ini adalah alasan seniman Islam menggunakan kaligrafi yaitu…..
    A. Lebih mendatangkan keuntungan bagi seniman.
    B. Tanpa menggunakan alasan yang penting.
    C. Lebih mudah dipahami oleh kalangan masyarakat.
    D. Islam melarang gambar atau patung makhluk hidup dalam tempat ibadah.
    E. Ingin lebih mendalami kehidupan surgawi.
  6. Contoh fungsi lain dari penggunaan kaligrafi dapat terlihat pada batu nisan yang merupakan ciri khas peninggalan dari…..
    A. Kerajaan Demak
    B. Kerajaan Malaka
    C. Kerajaan Ternate-Tidore
    D. Kerajaan Banten
    E. Kerajaan Samudera Pasai
  7. “Syair Perahu” merupakan syair terkenal yang digubah oleh…..
    A. Syeh Abdul Kahar
    B. Hamzah Fansuri
    C. Ali Masykur
    D. Malik Ibrahim
    E. Imam Bonjol
  8. Suluk yang mengisahkan tentang seseorang yang mencari ilmu untuk mendapat kesempurnaan terdapat dalam…..
    A.Suluk Sukarsah
    B. Suluk Wijil
    C. Suluk Arjuna
    D. Suluk Gandhi
    E. Suluk Selayar
  9. Bahasa Melayu digunakan sebagai lingua franca dilakukan oleh…..
    A. Para alim `ulama
    B. Para pedagang
    C. Para petani
    D. Masyarakat
    E. Kaum Sufi

10. Bahasa Melayu menjadi bahasa pemersatu karena adanya pusat perdagangan di wilayah…..
A. Lautan Pasifik
B. Selat Sunda
C. Selat Malaka
D. Selat Makassar
E. Samudera Indonesia

Isilah uraian di bawah ini dengan menggunakan analisis yang tepat!

  1. Jelaskan awal mula adanya akulturasi budaya dalam bidang bahasa, bidang seni aksara dan bidang syair! Berilah contoh – contohnya!
  2. Menurut Anda, apakah sebenarnya makna dari akulturasi berupa syair? Jelaskan!
  3. Jelaskan pengertian, fungsi dan contoh bentuk dari kaligrafi sebagai hasil akulturasi budaya!
  4. Mengapa Bahasa Melayu pada masuknya agama Islam ke Indonesia memiliki berbagai fungsi? Jelaskan!
  5. Apakah yang dapat Anda simpulkan mengenai materi tentang akulturasi budaya pada masa Islam?

PERKEMBANGAN AKULTURASI KEBUDAYAAN ISLAM DI JAWA

AKULTURASI YANG BERKEMBANG DI JAWA —

Selain Melayu, akulturasi kebudayaan dalam bentuk sastra juga berkembang di Jawa. Antara lain berupa suluk yang berisikan masalah alam gaib, ramalan baik dan buruk dan makna dari simbol – simbol yang dihadapi oleh manusia. Dalam perjalanannya, suluk merupakan bagian dari tasawuf yang banyak berkembang pada masa awal penyebaran agama Islam.

Contohnya adalah Suluk Sukarsah yang berisi kisah seseorang yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan. Selain suluk, karya sastra yang lain berupa hikayat, babad, syair dan gurindam.

AKULTURASI KEBUDAYAAN ISLAM BIDANG SYAIR

AKULTURASI BIDANG SYAIR —

Hasil karya sastra yang merupakan bentuk akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan Melayu dapat dilihat dari gubahan karya Hamzah Fansuri yang mengambil tema dari cerita 1001 malam dengan mengadaptasikannya dalam cerita masyarakat Sumatera. Karyanya yang berjudul “Syair Perahu” yang menggambarkan manusia yang diibaratkan sedang menaiki perahu dalam menjalani kehidupan ini.

AKULTURASI KEBUDAYAAN ISLAM BIDANG SENI AKSARA

AKULTURASI BIDANG SENI AKSARA —

Akulturasi budaya Indonesia dengan budaya Islam dapat dijumpai pula pada seni aksara seperti pada tulisan Arab – Melayu. Tulisan ini merupakan tulisan Arab yang tidak menggunakan tanda garis atau harakat atau yang disebut sebagai tulisan Arab gundul. Dengan adanya modifikasi seperti ini membuat tulisan Arab menjadi lebih ringkas.

Dalam ajaran Islam terdapat larangan untuk membuat gambar atau patung makhluk hidup, terutama di tempat ibadah. Untuk menggantikan hal itu, para seniman Muslim memakai tulisan – tulisan dengan huruf Arab yang berbentuk indah dan disebut dengan kaligrafi.